Foto by Stev Gumalang (Les Memoires Studio - Photo & Videoworks)
Saat ini, hampir semua fotografer komersial yang menyediakan jasa pemotretan wedding photography melayani juga jasa pre-wedding photography. Meski demikian, fotografi pre-wedding bukan termasuk bidang atau alirang yang biasa dikenal di dunia fotografi Internasional. Dunia mengenal fotografi landscape, human interest, modelling photography, hingga wedding photography. Namun aliran prewedding photography tampaknya hanya dikenal di Indonesia saja.
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Arbain Rambey, fotografer kondang harian kompas yang pernah menulis hawa Fotografi pre-wedding muncul di Indonesia dan sampai saat ini hanya lazim di masyarakat Indonesia.
Bagaimana dengan masyarakat yang tinggal di belahan dunia barat? walau tidak sama persis konsepnya dengan pre-wedding, namun masyarakat di sana memiliki istilah spesifik yang diberi nama engagement photography. Di sana, pre-wedding adalah momen spesifik tepat menjelang upacara atau resepsi pernikahan; saat pengantin sedang di rias, panitia sibuk mondar-mandir, keluarga besar tampak siaga, dan segala persiapan acara diatur sedemikian rupa.
Sedangkan di masyarakat kita, prewedding adalah kegiatan jauh sebelum hari-H, ketika pasangan hanya ingin mengabadikan saat mereka berdua.
Di Indonesia, konsep pre-wedding photography dikenal sejak era 2000-an. Oleh karena itu, pasangan yang menikah setelah tahun 2000 lebih mengenal konsep foto ini.
Sumber : Prewedding Photography Handbook by Jubilee Enterprise
